Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 12, 2012

Tim ORI Unifil Periksa Peralatan Satgas POM TNI di Lebanon

Suara Indonesia News - Satgas POM TNI Kontingen Garuda Sector East Military Police Unit (Sempu) XXV-D/Unifil, menerima kunjungan Tim ORI (Operational Readiness Inspection) Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon), di Markas Sempu Blate Marjayoun UN Posn 7-3, Lebanon Selatan, Sabtu (11/2).

Kedatangan Tim ORI Unifil yang diketuai oleh Mr. Barry Braiman dan beranggotakan 6 orang tersebut, diterima oleh Dansatgas POM TNI Letkol Cpm Ida Bagus Rahwan Diputra, S.H., Wadan Satgas Mayor Laut (PM) Wahyu Dwi Sulistyo, S.T., dan perwira Staf yang terlibat dalam pelaksanaan ORI tersebut.

Menurut Pasilog POM TNI Kapten Laut (PM) Yose Riza selaku Koordinator Pelaksanaan ORI, kegiatan ORI ini dilaksanakan secara periodik setiap 6 bulan sekali, dengan tujuan memeriksa kondisi dan kemampuan seluruh peralatan utama dan peralatan pendukung yang diadakan oleh tiap-tiap Negara pengirim pasukan di bawah bendera PBB/ UNIFIL, yang menggunakan sistem Wet Lease (membawa peralatan sendiri). Dari pemeriksaaan ini, PBB akan menghitung dan memberikan “Reimbursement” (dana pengganti) untuk seluruh Alkapsat dan Kaporlap yang digunakan oleh personel dalam kegiatan operasional sehari-hari.Material atau sasaran pemeriksaan dari Tim ORI Unifil, antara lain Electrical dan Minor Engineering oleh Mr. Barry Braimah; Observasion dan MGS oleh Mr. Henri Marcel; Office Equipment, Laundry and Cleaning, Log Equipment oleh Mr. James Nkansah; Reefer Container dan Soldiers Kit oleh Mr. Esmael; Communication (VHF, Telp, HP) oleh Mr. Jaime Flores; Vehicles and Trailers oleh Transport Tim; Generators, WTP dan W/Storage oleh Mr. George K.; Basic Medical oleh Force Medical dan; EOD (Only) oleh Maintenance Tim.

Senin, Mei 23, 2011

Ditemukan, 10 Planet Baru di Galaksi Bima Sakti

Wellington, Suara Indonesia News - Sepuluh planet baru "mengambang" melalui galaksi ditemukan tim astronom internasional yang dipimpin ilmuwan Selandia Baru. Kesepuluh planet berukuran Jupiter itu merupakan penemuan baru dalam sejarah Galaksi Bima Sakti. Penemuan menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan ilmuwan komputer Universitas Massey, Wellington, Australia.

Minggu, Mei 15, 2011

Pesan Usamah Sebelum Tewas: AS tak Akan Aman Sebelum Palestina Aman


WASHINGTON, Suara Indonesia news - Pesan audio terakhir Usamah bin Ladin sebelum tewas, kabarnya dipublikasi pada sebuah situs web islam. Dalam pesan itu Usama menegaskan Amerika Serikat (AS) tidak akan aman selama Palestina tidak aman.

Pesan tersebut ditujukan kepada Presiden AS, Barack Obama, Ahad (8/5). "Amerika tidak bisa memimpikan keamanan, hingga kami hidup dalam keamanan di Palestina. Tidak adil bahwa kalian hidup dalam kedamaian, sementara saudara-saudara kami di Gaza menghadapi situasi tidak aman", kata Osama dalam rekaman tersebut.

Osama juga memperingatkan bahwa serangan terhadap AS terus akan berlanjut tanpa ada kata berhenti, selama negeri tersebut mendukung Israel. Sebelumnya Alqaidah pada Jumat kemarin akhirnya mengakui dan sekaligus membenarkan kematian pemimpinnya.

Tidak hanya mengakui, Alqiadah juga sekaligus memperingatkan kepada negara-negara Barat bahwa darah dari orang-orang yang menyambut gembira kematian Usamah, "akan bercampur dengan air mata".

Bayi Lahir Berkepala Dua


BEIJING, Suara Indonesia News, Peristiwa kelahiran unik terjadi di Provinsi Sichuan, Cina bagian selatan. Salah satu rumah sakit mengabarkan seorang ibu telah melahirkan bayi yang memiliki dua kepala namun hanya satu badan.

Seorang staf rumah sakit Suining City Central Hospital, Wang, mengatakan bayi unik itu lahir Kamis pekan lalu. Wang mengatakan, awalnya ayah dan ibu si bayi menolak memelihara bayi kembar tersebut. Keduanya mengaku tak punya biaya untuk membesarkan anak mereka.

Akhirnya si bayi dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar, di Chongging. Para dokter spesialis akan merawat dan meneliti fenomena bayi kepala dua ini.

Harian lokal, Huaxi Metropolis Daily, mengabarkan si bayi terlahir dengan berat empat kilogram dan panjang 51 cm. Bayi yang belum diberi nama ini terlahir dengan dua tulang belakang dan dua kerongkongan. Namun organ vital lainnya normal. Dokter mengatakan tidak mungkin bayi ini akan dipisah.

Anak-Anak Osama Akhiri Kebungkaman: Pertanyakan Pembunuhan Ayahnya


WASHINGTON - Anak-anak Osama bin Laden, Selasa (10/5), mengakhiri kebungkaman mereka, mencela pembunuhan ayah mereka secara sewenang-wenang serta dan mengatakan seluruh keluarga merasa direndahkan dan dihina oleh pemakaman ayah mereka di laut.

Di dalam satu pernyataan yang dikirim ke New York Times, putra Osama mempertanyakan mengapa ayah mereka "tidak ditangkap dan diadili di satu pengadilan" hukum sehingga kebenaran bisa terungkap kepada rakyat di seluruh dunia.

Osama bin Laden tewas oleh pasukan AS pada 2 Mei, setelah dilacak sampai ke satu rumah di Pakistan --tempat ia diduga telah tinggal selama bertahun-tahun, kendati ada perburuan internasional bagi orang "yang dituding sebagai otak serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat".

Pernyataan tersebut, yang mencela cara ayah mereka dibunuh, dikatakan disiapkan dengan pengarahan putra Osama --Omar bin Laden (30)-- dan juga menyerukan pembebasan tiga istri pemimpin Al-Qaida tersebut serta anak mereka.

"Kami berkeras pembunuhan secara sewenang-wenang bukan penyelesaian bagi masalah politik," kata pernyataan itu.
Pernyataan tersebut juga mempertanyakan kelayakan pembunuhan semacam itu, yang bukan hanya telah melanggar hukum internasional secara terang-terangan.Para pejabat Pakistan telah mengatakan istri Osama, semuanya berkebangsaan Yaman atau Arab Saudi, ditemukan dari rumah di Abbottabad setelah serangan tersebut dan 13 anak mereka.

Istri Osama, Amal Ahmed Abdulfattah --berkebangsaan Yaman, ditembak di kaki selama operasi Navy Seal AS -- yang menewaskan suaminya.

Omar bin Laden, dan istrinya yang lain, Najwa, mengutuk penembakan itu di dalam pernyataan tersebut.

"Kami ingin mengingatkan dunia bahwa Omar bin Laden, putra keempat dari ayah kami, sejak dulu selalu tak sependapat dengan ayah kami mengenai aksi kekerasan dan selalu mengirim surat kepada ayah kami. Omar menganjurkan Osama mengubah caranya dan tak menyerang warga sipil dalam kondisi apa pun," kata pernyataan tersebut.

Jumat, Januari 14, 2011

Blogger Iran Marah, Jejaring Sosial Dilarang, Tapi Ayatollah Punya Twitter


Sebuah akun Twitter yang diyakini milik pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah memicu kontroversi di kalangan warga Iran. Hingga kini akses mereka ke situs-situs jejaring sosial masih diblok.

Ayatollah, mendapat kritikan bertubi-tubi dari banyak blogger Iran. Pasalnya pimpinan spiritual itu meluncurkan larangan terhadap Twitter dan Facebook sementara kantornya terang-terangan memiliki akun Twitter dengan nama Khameini_ir

Situs resmi pemimpin oposisi, Mir Hossein Mousavi, mengkritik Ayatollah yang diduga mendaftarkan diri sebagai Tweeps. Dalam tulisan headline Mousavi menulis, "JIka itu dilarang mengapa kantor pemimpin memiliki akun Twitter?"

Sejak pertikaian pada pemilu presiden pada Juni 2009, pemerintah telah berulang kali mengecam warga Iran yang menggunakan Facebook dan Twitter. Pemerintah juga menuding situs jejaring sosial itu diciptakan oleh musuh-musuh Iran untuk menggulingkan negara Islam.

Iran bahkan memenjarakan banyak kuli tinta dan blogger atas postingan komentar-komentar online mereka atau hanya karena mereka memiliki akun di situs-situs tersebut.

Kini, akun Twitter dengan nama pemilik Khamenei, tidak follow (mengikuti) siapa pun. Namun, ia memiliki 888 followers (pengikut) dan menampilkan logo yang sama dengan logo laman resminya, yakni tanda tangan Khamenei.

Duta besar Iran di London mengatakan hari ini, mereka tidak dapat mengonfirmasi apakah akun tersebut memang dimiliki oleh kantor resmi Ayatollah. Sebagian besar tweets adalah kutipan sang Ayatollah dan tautan-tautan menuju pidato dan pernyataannya.

Sejumlah situs memang dilarang tayang di dalam Iran. Menurut Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) berbasis di New York, Iran menempati urutan pertama sebagai negara yang paling banyak memenjarakan jurnalis dan blogger. Lebih dari 100 orang telah dijebloskan ke penjara sejak pemilu 2009 lalu.

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, lama berpengaruh, Hashemi Rafsanjani dan kepala kantor kepresidenan yang kontroversial, Esfandiar Rahim Mashaei, adalah beberapa di antara politisi Iran yang memiliki situs pribadi.

Sedikitnya dua akun Twitter palsu telah menggunakan nama Khamenei. Kedua akun itu berhasil menarik lebih banyak pengikut daripada akun aslinya, demikian menurut Guardian. Iran mengatakan, pekan lalu telah meluncurkan unit polisi cyber untuk memonitor aktivitas online rakyat Iran.

Senin, April 05, 2010

Malaysia Tahan 22 WNI

Kuala Lumpur - Otoritas Malaysia telah menahan 22 warga negara Indonesia (WNI), termasuk 9 wanita. Mereka ditangkap saat akan diselundupkan kembali ke Indonesia setelah bekerja secara ilegal di Malaysia.

Kepala kepolisian laut negara bagian Johor Selatan, Mohammad Khamsani Abdul Rahman mengatakan, sebuah kapal patroli Malaysia melihat dua kapal cepat berisi para WNI tersebut di lepas pantai Johor. Sempat terjadi pengejaran sebelum polisi laut Malaysia menangkap para WNI tersebut.

"Kami telah menahan 22 orang itu untuk investigasi dan laporan awal menunjukkan mereka bekerja di sini secara ilegal dan sedang diselundupkan kembali ke Indonesia ketika kami menangkap mereka," ujar Khamsani seperti dilansir AFP, Senin (5/4/2010).
"Kami melihat peningkatan kasus-kasus kelompok seperti ini yang mencoba menyelundup ke dalam dan ke luar negeri seiring pemerintah telah mengurangi jumlah pekerja asing di sini," imbuh Khamsani.

Menurut Khamsani, sebanyak 106 imigran gelap telah ditahan di perairan selatan Malaysia sejak Januari tahun ini. Total 564 imigran ilegal ditahan pada 2009 lalu.


Selasa, Maret 23, 2010

Kastorius: Police Try It Be patient toward Susno


Jakarta,Suara Indonesia News - Police institutions have long allowed some behavior that made the controversial former Kabareskrim, Komjen (Pol) Susno Duadji. However, as already pointed Susno two police generals involved in the practice of broker tax case, patience is now exhausted.

Chief Adviser is Kastorius Sinaga who dismantle Susno decadence. Susno called SMS engineering cases involved death threats against himself. "As long as we hold ourselves. We're still waiting, was not revealed because who knows he (Susno) want to change themselves," said Kastorius Sinaga to Suara Indonesia News, Jakarta, Tuesday (23/3/2010)."This (death threats engineering) sly way. This is not honest. How can we expect if he intended to improve the police institution," he said.

Broker practices allegations made tersebutlah cases unable to bear Kastorius unek-uneknya. "It's a dirty way. So we might as well go," he said.

For Kastorius, disclosure Susno decadence is no more as a learning process for the public, especially for Susno own. "All the allegations are true should be clarified first," he said.

Kastorius argue that the step dismantling Susno ulcer is considered as an attempt to block a critical stance in uncovering Susno "ulcers" in the Police. "That's not true. This finding is valid it is," Kastorius closed.

Minggu, Desember 28, 2008

150.000 Warga Peringati Bhutto


GARHI KUDHA BAKHSH, Suara Indonesia News — Lebih dari 150.000 warga Pakistan memenuhi kompleks makam mantan Perdana Menteri Benazir Bhutto, Sabtu (27/12). Mereka berdatangan dari jarak ratusan kilometer untuk mencapai makam itu sekadar untuk menyampaikan karangan bunga dan mencium nisannya.
Kemarin adalah tepat satu tahun tewasnya mantan pemimpin Pakistan itu, yang ditembak mati dan serangan bom, di kota Rawalpindi. Beberapa peziarah memukuli kepala dan dada sebagai tanda berduka, sebagian lainnya juga bercucuran air mata.

”Saya membawa bunga-bunga ini untuk dibawa pulang ke rumah dan akan saya tunjukkan kepada putri saya oleh-oleh ini,” kata Saifullah Khan (41), seorang peziarah.

Banyaknya peziarah yang datang ke kompleks makam dan ingin menyentuh makamnya membuat suasana di kompleks makam sangat gaduh dan berdesak-desakan. Aparat keamanan pun bekerja keras untuk menghindari jatuhnya korban.

Ribuan aparat kepolisian dikerahkan ke kompleks makam Bhutto itu karena khawatir suami mendiang Bhutto, Ali Zardari, akan menjadi target serangan saat berkunjung ke kompleks makam tersebut.

Meskipun Zardari kini menjadi pemimpin resmi Pakistan, situasi politik di negara itu masih belum sepenuhnya stabil dan tetap tegang. Selain ancaman dari kelompok garis keras dan pengikut Al Qaeda, partai-partai politik lain di Pakistan pun setiap saat siap merebut kekuasaan dari tangan Zardari.

Penyelidikan atas tewasnya Bhutto secara resmi hingga saat ini belum dilakukan. Akan tetapi, awal tahun ini, beberapa detektif dari Inggris yang menyelidiki peristiwa kematian Bhutto menyimpulkan bahwa tokoh Pakistan itu tewas akibat bom, bukan akibat tembakan. Namun, partai Bhutto, Partai Rakyat Pakistan, tetap meyakini kematiannya akibat tembakan.

Meski demikian, sampai saat ini motif maupun otak di balik penembakan Bhutto masih belum terungkap sehingga Sekjen PBB Ban Ki-moon pun masih berharap suatu saat nanti penyelidikan menyeluruh atas tewasnya Bhutto bisa dilakukan dan dibentuk komisi ”Kebenaran dan Keadilan”.


Indonesia Kutuk Serangan Israel di Gaza


JAKARTA, Suara Indonesia News — Pemerintah Indonesia mengutuk serangan militer Israel terhadap wilayah Gaza, Palestina, yang dilaporkan telah mengakibatkan jatuhnya korban lebih dari 228 orang tewas dan sejumlah besar luka-luka.

Menurut keterangan resmi dari Departemen Luar Negeri di Jakarta, Minggu (26/12), serangan militer tersebut merupakan penggunaan kekerasan yang berlebihan dan tidak proporsional terhadap serangan roket oleh kelompok-kelompok Palestina yang merupakan pembelaan diri dari pendudukan militer dan penjajahan Israel terhadap Palestina.

Serangan Israel itu merupakan salah satu serangan bersenjata terbesar yang dilakukan negeri Yahudi itu.

Dalam pernyataannya, Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah mengatakan, pemerintah Indonesia mendesak kepada Israel agar menghentikan serangan militer dan penggunaan kekerasan yang keji dan tidak bertanggung jawab serta melanggar ketentuan-ketentuan hukum internasional, termasuk Konvensi Jenewa.

"Pemerintah Indonesia juga mendesak agar Dewan Keamanan PBB melakukan sidang darurat sesuai dengan tanggung jawabnya dalam memulihkan perdamaian dan keamanan di wilayah Palestina," katanya.

Pemerintah Indonesia juga berharap Pemerintah Israel dan Pemerintah Palestina memulai kembali proses dialog dan perdamaian yang macet. Setidaknya pada lima tahun terakhir ini, tiadanya dialog dan negosiasi telah mengakibatkan kelompok-kelompok sempalan mengambil tindakan sendiri-sendiri yang mengundang balasan berlebihan dari Israel dan mengakibatkan jatuhnya korban yang banyak dan materiil yang besar di pihak Palestina.

Sementara itu, DK PBB Sabtu malam menyerukan dibukanya sidang darurat guna membahas situasi di Jalur Gaza, yang menjadi sasaran serangan udara Israel.

Israel seolah lepas kendali menggempur Jalur Gaza, Sabtu, dalam serangan udara yang ditujukan pada instalasi-instalasi dan para anggota Hamas sehingga menewaskan 228 orang, yang sebagian besar para pejuang. Lebih dari 750 orang cedera dalam serangan membabi-buta tersebut.




Uni Eropa Desak Israel Hentikan Serangan


PARIS, Suara Indonesia News — Uni Eropa (UE) langsung bereaksi terhadap serangan Israel ke wilayah yang diduga dikuasai kelompok Hamas. UE meminta serangan di wilayah Jalus Gaza itu dihentikan, termasuk blokade di wilayah tersebut.

Israel melancarkan serangan udara ke wilayah Jalur Gaza yang mereka curigai sebagai kantong kelompok Hamas. Serangan itu menimbulkan korban tewas hingga 200 jiwa lebih.

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang sedang berada di Arab Saudi, mengecam serangan tersebut. Menurutnya, Israel tak punya alasan apa pun untuk melakukan serangan tersebut.

Dalam pernyataannya, Uni Eropa yang beranggotakan 27 negara mengecam serangan tersebut. UE juga mengecam penggunaan kekerasan dari kedua belah pihak.

"Tak ada penyelesaian militer di Gaza," demikian pernyataan UE yang mendesak agar segala bentuk kekerasan dari kedua belah pihak dihentikan.
UE juga mendesak agar Israel menghentikan blokade di wilayah Gaza. Selain itu, UE juga siap membantu Mesir untuk menjadi mediator kedua belah pihak yang berkonflik.

Israel telah melakukan blokade terhadap Jalur Gaza sejak Juni lalu. Ini justru menimbulkan ketegangan. Serangan warga Palestina maupun tentara Israel terjadi secara sporadis. Puncaknya, tentara Israel melakukan serangan udara, Sabtu (27/12).

Di Brussels, Komisioner Hubungan Luar Negeri Uni Eropa, Benita Ferrero-Waldner, menyatakan keprihatinannya atas serangan Israel. Sementara Kepala Urusan Keamanan UE, Javier Solana, mengatakan, Israel harus segera menghentikan blokade. UE juga akan terus melakukan monitoring terhadap perbatasan di Rafah.




Serangan Baru Israel Tewaskan 2 Pejuang Hamas


KOTA GAZA,Suara Indonesia News — Dua anggota gerakan Islam Hamas tewas, Sabtu (27/12) malam dalam serangan udara baru Israel di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas. Serangan sebelumnya, Sabtu pagi, menewaskan sedikitnya 228 warga Palestina di jalur pesisir itu.

Kedua orang tersebut tewas di bagian timur Kota Gaza ketika mereka sedang bersiap untuk menembakkan roket ke arah Israel, beberapa saksi mengatakan.

Dua warga Palestina lain terluka dalam serangan itu, sementara satu pria lainnya yang terluka dalam serangan udara Israel sebelumnya meninggal karena lukanya, kata sumber medis tersebut. Sejumlah warga setempat mengatakan bahwa helikopter Israel telah menembakkan sejumlah rudal, Sabtu malam, di empat pabrik logam di kota itu. Israel mengatakan, pabrik-pabrik tersebut telah digunakan untuk membuat sejumlah roket untuk ditembakkan ke negara Yahudi itu.

Militer Israel mengatakan lebih dari 70 roket atau granat mortir telah ditembakkan terhadap Israel sebagai pembalasan atas serangan udara Sabtu, menewaskan satu orang dan melukai empat orang.

Israel telah melancarkan serangkaian serangan udara terhadap sejumlah sasaran Hamas di Jalur Gaza, Sabtu menjelang siang, menewaskan sedikitnya 228 orang sebagai pembalasan atas serangan roket Hamas. Serangan udara itu berlanjut secara sporadis sepanjang hari itu dan hingga malam harinya. Sebanyak 700 orang terluka dalam serangan itu—140 orang luka serius—menurut sumber rumah sakit Palestina.




Rabu, Desember 03, 2008

Thailand akan Ambil Cara Damai untuk Tangani Aksi Protes


Suara Indonesia News - Perdana menteri Thailand, Somchai Wongsawat mengatakan alat keamanan negara akan menggunakan cara-cara damai guna mengakhiri krisis ribuan pemrotes menduduki dua bandar udara utama.

Dalam keterangan lewat televisi hari Jumat Wongsawat menjelaskan, yang berwajib akan menempuh perundingan dan cara lain yang tepat dalam mengatasi situasi itu. Ia tidak menyebut-nyebut nama Kepala Kepolisian Nasional Jenderal Pacharawat Wongsawat yang digeser ke jabatan tidak aktif.

Polisi anti huru-hara hari Jum'at dikerahkan ke bandar udara internasional Suvarnabhumi Bangkok namun tidak mengambil sesuatu tindakan terhadap pemrotes yang dipelopori Aliansi Rakyat Bagi Demokrasi.

Sementara itu – berbagai negara sedang mengatur penerbangan membawa pulang warga masing-masing yang terkurung di Thailand. Sebagian dari mereka akan diterbangkan keluar dari pangkalan Angkatan Udara Thailand.





Para Pemimpin Dunia Simpati dan Tawarkan Bantuan kepada India


Suara Indonesia News - Para pemimpin dunia menyatakan simpati dan menawarkan bantuan kepada India, sementara jumlah korban jiwa meningkat di Mumbai dari tempat pengepungan teroris selama beberapa hari ini.

Lebih dari 140 orang telah tewas dalam serangan terkoordinasi yang terjadi Rabu malam, termasuk paling sedikit 16 orang asing. Banyak dari sandera mengatakan orang-orang bersenjata itu mencari orang-orang yang memegang paspor Amerika dan Eropa.

Di antara yang tewas adalah warga Jerman, Australia, Kanada, Jepang dan Perancis
Para pejabat Amerika sebegitu jauh telah mengukuhkan tewasnya 5 orang warga Amerika, termasuk seorang ulama Yahudi kelahiran Israel, yang dibesarkan di New York, dan dibunuh oleh militan yang menyerang satu pusat Yahudi.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Jumat malam, Presiden Amerika George Bush menyatakan dukacita dan mengatakan Amerika Serikat akan terus bekerjasama dengan India dan bekerjasama melawan kaum ektrimis ini yang tidak menawarkan apapun kecuali kekerasan dan keputus-asaan.





Pasukan India Akhiri Serangan Teroris Terhadap Mumbai


Suara Indonesia News - Para pejabat India telah mengakhiri serangan teroris di kota Mumbai, menewaskan militan terakhir dalam sebuah hotel mewah yang menjadi medan tempur terakhir serangan teroris.

Pasukan keamanan memeriksa hotel Taj Mahal yang rusak berat, kamar demi kamar untuk memastikan hotel tersebut sudah aman, dan untuk mengungsikan sisa tamu kalau masih ada. Para tamu diungsikan dengan bus.

Operasi tempur berakhir di hotel Taj Mahal Palace Sabtu ini, lebih dari dua hari setelah kelompok-kelompok militan melakukan serangan terkoordinasi terhadap banyak sasaran di seluruh kota itu. Kira-kira 200 orang tewas dalam serangan itu, termasuk 18 orang asing.

Jumat kemarin, pasukan komando India mengakhiri dua konfrontasi lain melawan militan di hotel Oberoi-Trident, serta di pusat komunitas Yahudi Chabad House.

Paling sedikit 11 militan tewas dalam pengepungan hampir 3 hari itu, sementara seorang lagi ditahan oleh polisi.

Para pejabat masih berusaha menentukan identitas penyerang. Tidak lama setelah serangan mulai, laporan media India mengatakan kelompok yang sebelumnya tidak dikenal, yang bernama Deccan Mujahideen, telah mengaku bertanggung jawab. Tidak jelas apakah pengakuan itu dapat dipercaya.





India Tuntut Tindakan Keras dari Pakistan Terhadap Pelaku Serangan di Mumbai


Suara Indonesia News - India menuntut tindakan keras dari Pakistan terhadap pihak-pihak yang bertanggungjawab atas sejumlah serangan di Mumbai pekan lalu, yang menewaskan sekitar 175 orang, termasuk enam orang Amerika.

Kementerian Luar Negeri India memanggil duta besar Pakistan di New Delhi, Shahid Malik, hari Senin, untuk menyerahkan protes resmi dan untuk memberitahunya bahwa serangan-serangan tersebut dilakukan oleh unsur-unsur dari Pakistan.

Menteri muda luar negeri India Anand Sharma menyebut pembantaian di Mumbai itu sebagai kemunduran bagi proses normalisasi hubungan antara kedua negara.

Juga hari Senin, Menteri Luar Negeri Amerika Condoleezza Rice mengatakan, Amerika Serikat mengharapkan kerjasama yang jelas dan terbuka dari Islamabad mengenai pembantaian di Mumbai. Rice, yang berada di London untuk mengikuti pertemuan NATO, menambahkan,

Kata Rice, Washington akan bekerjasama dengan India dan Pakistan untuk membantu menyeret pihak yang bertanggungjawab ke pengadilan. Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband mengatakan London akan berusaha sedapat mungkin untuk meredakan ketegangan antara kedua negara, seraya menambahkan bahwa risiko yang dihadapi sangat tinggi.

Amerika Serikat dan Inggris telah mengirim tim-tim penyelidik ke Mumbai untuk membantu pihak berwenang India.


Ledakan di Kereta Api di Assam, India Tewaskan 3 Orang


Suara Indonesia News- Para pejabat India mengatakan sekurangnya tiga orang tewas dan 30 lebih lainnya cedera saat bom meledak hari Selasa diatas kereta api , di negara bagian Assam, India Timur Laut.

Para pejabat mengatakan ledakan itu terjadi pagi ini di stasiun kereta api Diphu sekitar 300 kilometer di selatan kota Gowahati. Polisi mengatakan bom tersebut diletakkan dalam gerbong penumpang dan diledakkan dengan alat pengatur waktu.

Beberapa jam kemudian orang-orang bersenjata menembak dan menewaskan 2 pekerja migran Hindi di desa Dolamara.

Tak seorangpun mengaku bertanggung jawab atas kedua serangan itu, namun polisi mengatakan mereka mencurigai pemberontak front pembebasan Cachar Karbi Longri atau KLNLF berada dibalik kedua serangan itu.


Senin, November 24, 2008

Bunuh Diri Ditayangkan Langsung via Internet


MIAMI, Suara Indonesia News - Seorang remaja Florida bunuh diri dengan meneguk koktail pil maut di depan webcam miliknya, sementara pemuda lain menyaksikan tindakan nekadnya secara langsung di internet.

Abraham Biggs (19), dari Pembroke Pines, dekat Miami, meminum campuran tiga obat keras, selagi ia berhubungan secara online dengan orang-orang muda lainnya, kata pihak berwenang kawasan Broward.

Pihak berwenang menyatakan kepada AFP, Minggu (23/11) belum jelas siapa yang menyaksikan pria itu meregang nyawa.

"Biggs "meninggal dunia di depan webcam miliknya dan itu disiarkan langsung, namun saya tidak bisa memberikan informasi lebih jauh, kami sedang mengusut kasus ini," kata Sersan John Gazzano dari Kepolisian Kawasan Broward.

Video bunuh diri itu pertama kali disiarkan langsung pada Justin.tv dan kemudian muncul di berbagai situs lainnya, seperti YouTube.com, The Miami Herald melaporkan. Kedua situs internet sejak itu tak menyiarkan lagi klip bunuh diri ini.

"Tak terbayangkan," kata Abraham Biggs Sr, ayah pemuda itu. "Saya telah melakukan segalanya yang bisa dikerjakan. Sangat disayangkan semua itu tak cukup." Sang ayah, profesor matematika di Broward College, mengatakan ia terakhir berbicara dengan putranya Rabu (19/11) pagi mengenai sistem GPS baru, tulis Herald.

Kurang pede dan kecewa

Menurut Kantor Pemeriksa Medis Broward County, pemuda berusia 19 tahun itu menelan kombinasi mematikan benzondiazepine, obat anti-depresi yang dipakai untuk merawat insomnia dan opiate. Ia memiliki resep untuk obat-obatan tersebut.

Natasha Mazzolino, seorang sahabat karibnya, mengemukakan Biggs "adalah orang yang paling mempesona yang pernah ditemuinya."

Namun demikian, ia sedang berusaha keras mengatasi perasaan kurang percaya diri dan kecewa atas hubungannya dengan kekasihnya serta perceraian kedua orang tuanya pada 2004, tulis Herald mengutip Mazzolino.


Minggu, Oktober 26, 2008

INTERVIEW with UNIDO Director-General, Kandeh K. Yumkella


1. First of all could you tell us a little bit about yourself and your background ?
I joined UNIDO in 1996, as Special Advisor to the then Director-General, Mauricio de Maria y Campos, and in the same year became Director of the Regional Bureau for Africa and the Least Developed Countries. Four years later, I went to Nigeria as UNIDO Representative and Director of the UNIDO Regional Industrial Development Centre, a position I held until 2003. From then until my appointment as Director-General in December 2005, I was a Senior Advisor to the previous Director-General, Carlos Magariños.

Between 1994 and 1995 I was Minister for Trade, Industry and State Enterprises of Sierra Leone. In my earlier career I occupied several academic and research positions in the United States.

2. You are currently the DG of UNIDO. Could you tell us some more about it ?
UNIDO was established in 1966 and became a specialized agency of the United Nations in 1985. It holds a special place in the United Nations system, as it is the only organization addressing poverty reduction and the creation of wealth through the promotion of productive activities in the manufacturing sector. The Organization focuses on three thematic priorities : Poverty Reduction through Productive Activities ; Trade Capacity-Building and Energy and Environment.

To improve standards of living through industries that are both internationally competitive and environmentally sustainable, UNIDO has created the largest portfolio of projects related to trade capacity building in the United Nations system. The main focus is on promoting growth in the small and medium enterprise sector – the key generator of wealth in most developing countries. UNIDO also plays a leading role in a number of other important areas : the implementation of the Montreal Protocol for the elimination of ozone depleting substances, and the Stockholm Convention for the elimination of persistent organic pollutants.

3. UNIDO has just created the largest portfolio of projects related to trade capacity building. Why is trade so important ?
Trade is a key factor in development. Going back to the Silk Road, trade has facilitated the exchange of goods around the world, created employment, generated incomes and wealth, and brought the world closer together. In recent times, there has been a strong positive correlation between trade, economic development, and poverty reduction. Some studies have shown that every one percent growth in trade leads to a one-half percent increase in income. We have all welcomed the new global reality of a rules-based trading system, which has encouraged the growth of trade.

The recent development experience of China and Viet Nam demonstrates the link between trade and development very well. In the process, China has brought 400 million people out of poverty. Recent economic growth in Viet Nam has also had a major impact on poverty reduction.

We have seen a significant increase in funding for our Trade Capacity Building programme. The European Union, Norway and Switzerland have been the major donors supporting this programme, along with Austria, Italy and Sweden.

4. You have developed an Aid for Trade initiative. Why and what exactly would you like to achieve ?
Aid for Trade (AFT) was given a boost at the WTO Hong Kong Ministerial Meeting in 2005. In 2006, the WTO AFT Task Force recommendations enabled the WTO to launch a special initiative on Aid For Trade. Last year WTO held three regional consultations to develop awareness and ownership. UNIDO participated actively in this process.

UNIDO’s Aid For Trade interventions are built upon the core objectives of the AFT. We would like to address developing country concerns about trade marginalization. World trade has seen a significant increase over the last two decades. However, the gains from trade have not been equitably shared. There are two key areas where UNIDO can help countries to expand their trade :

• First, over 90% of global trade is in manufactures. At present, many developing countries do not have sufficient tradable goods. They need to be assisted to develop supply capacity – in other words manufacturing capacity. Supporting industrial development in developing countries is our key mandate. We can thus make a unique contribution to the success of Aid For Trade.

• Second, when products are exported, they need to meet the quality and safety standards of importing countries. With recent health scares generated by mad-cow disease, avian flu, and high antibiotic and pesticide residues in food products, global standards are getting stricter. Developing countries need to be able to comply with these standards through strong national institutional capacities for testing, certification, and calibration. UNIDO is the key agency providing technical support for the development of these capacities.

5. We have a feeling that there is a return to more protectionist attitudes. Do you share this point of view and what can be done to avoid this ?
Countries have taken measures against import surges, dumping, or on health and other grounds. It is important that these measures adhere to WTO rules and are not used unfairly to restrict trade.

Many countries have followed policies, such as providing large-scale subsidies in agriculture, which distort world trade in agricultural products.

It is vital that developed countries and countries that have gained from the multilateral trading system provide a meaningful opportunity to others to benefit as well. We need to create win-win situations for all in order to make the multilateral trading system sustainable and more equitable.

6. Many of the developing countries have little or non-existing industry. Don’t you think that one of the ways to reduce poverty is to focus more on industrialization ?Industrial development is clearly a sustainable path to poverty reduction and development. The success of the "tiger economies" and the newly industrialized countries, including China and India, in reducing poverty underlines the importance of industrialization-led economic growth. One way to demonstrate the importance of industrialization for a developing country is to look at the value chain. As a country adds value to its products, it derives a higher level of income. For example, a country producing cotton gets $1 per kilo for the fibre. But the same fibre processed into yarn fetches $2.50 per kilo, the grey fabric made from the yarn yields $3.50 per kilo and the finished fabric is worth $4.50 per kilo. The garment that is made out of that fabric costs $10 per kilo. Clearly, a country that simply produces the raw cotton and does no industrial processing derives much less value from the same product. The higher the level of industrial processing, the higher the earnings from the same product. It is thus crucial for developing countries to continually move up the value chain and build competitive industries if they are to reduce poverty.

7. You have just attended an inter-agency meeting with SG Ban Ki-moon and other heads of agencies. What did you discuss, and what was the outcome ?There were many things discussed in the meeting of the UN Chief Executives Board (CEB), so let me focus on the most important ones and on the key outcomes. Of course, the pressing issues of the day – the global food crisis, climate change, and UN integration and coherence – took centre stage in our discussions.

We are entering a highly volatile period in world agriculture. Last year the price of wheat rose by over 77 % and of rice by 16%. These unprecedented increases in food prices, which have affected poor people most severely, have triggered food riots in many countries. It is therefore not surprising that this pressing issue was high on our agenda. I am pleased to say that the UN lived up to the challenge and developed a unified response covering both immediate and long-term actions, which has been issued in the form of a press communiqué entitled : “A Unified United Nations Response to the Global Food Price Crisis”. I believe the communiqué is a good document, which can offer powerful guidance for coherent and effective action by the UN system.

By now, most people would agree that climate change has become the single most significant challenge for sustainable development in the 21st century. Not a day goes by when we do not hear alarming stories of rising global temperatures and sea levels causing or being connected to various severe climate disorders and related catastrophes. The recent award of the Nobel Peace Prize to the former US Vice President Al Gore and to the International Panel on Climate Change, whose Chairman, Dr. Rajendra Pachauri has recently agreed to serve as a Goodwill Ambassador for UNIDO, is testimony to the heightened concern about climate change. At the CEB meeting we therefore discussed the challenge of climate change in depth and endorsed a UN system-wide decision on this topic to catalyze action. There is still much for the system to do in the lead-up to the next UN Climate Change Conference in Copenhagen in 2009, however, both in terms of responding to the mandates already given to the various UN agencies in this field, and in terms of supporting adaptation and mitigation activities at the country level in a coherent manner.

As many Member States and the Secretary General have said on many occasions, enhancing system-wide integration and coherence within the UN is a critical prerequisite for its ability to address such challenges as the global food crisis and climate change effectively. We have to show the world that the various UN agencies are working together with demonstrable impact in a coherent way and making the best use of our limited resources. The UN response to this challenge has been the development of the so-called One-UN approach, under which UN development agencies are called upon to “deliver as one” at the country level through the adoption of the “four ones” approach : One leader, one programme, one budgetary framework, and one office where appropriate. This approach has been tested in eight pilot countries over the past eighteen months or so, and I am pleased to say that the progress has been positive and encouraging so far. Needless to say, I personally feel very strongly about this issue as well, and UNIDO has given its full support to the conceptualization and implementation of this approach. As recently as 4-5 March UNIDO hosted a high-level dialogue on this subject in Vienna attended by more than 300 senior officials of the UN and its Member States, about which I also briefed the CEB.

Finally, I had the privilege of presenting a “Trade Capacity Building Inter-Agency Resource Guide”, in the production of which UNIDO has played a lead role. This important Resource Guide provides valuable information about which agency is providing which services in the area of trade capacity building. As Chair of UN Energy, I also had the honour of briefing the CEB on the work our group has done this year, focusing on energy access, energy efficiency, and renewable energy.

8. You are active in promoting trade as a tool of development. What other UN agencies do you work closely with ?
UNIDO signed a memorandum of understanding with WTO in 2003 to apply the UNIDO trade capacity building approach in a number of pilot countries. We participate in the WTO TBT/SPS Committees and the Standards and Trade Development Facility (STDF). (Diva International)

Jumat, Oktober 24, 2008

Harga Minyak Capai Rekor Tinggi Baru

Singapura, Suara Indonesia News - Harga minyak dunia, Kamis (21/2), mencapai rekor tinggi baru 101,32 dolar AS per barel di tengah-tengah kekhawatiran seputar pasokan minyak mentah global.

Kontrak minyak berjangka utama New York, untuk minyak mentah light sweet pengiriman Maret menyentuh puncaknya dalam perdagangan elektronik.

Dalam perdagangan pagi, kontrak pengiriman April masih pada level 99,90 dolar per barel atau naik 20 sen di banding hari sebelumnya.

Minyak mentah Lut Utara Brent untuk pengiriman April naik empat sen menjadi 98,46 dolar per barel.

Kenaikan harga minyak tersebut merupakan indikasi bahwa harga akan bisa lebih tinggi, kata David Moore, strategis komoditi pada Commonwealth Bank of Australia.

Ia juga mengatakan bahwa dalam jangka pendek pasar minyak akan "sangat berpengaruh" dengan setiap keputusan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam tingkat produksi pada pertemuan 5 Maret mendatang.

Para menteri OPEC mempertahankan pagu produksi harian resminya pada tingkat 29,67 juta barel per hari pada pertemuan darurat 1 Februari lalu, mengabaikan seruan dari Presiden Amerika Serikat George W. Bush untuk menaikkan pasokan guna membantu menurunkan hargta minyak.

Tetapi pasar masih penuh dengan spekulasi bahwa OPEC, yang memasok sekitar 40 persen dari minyak dunia itu, akan mempertahankan atau memutuskan untuk menurunkan produksi.

"Kekhawatiran pasokan dan komentar oleh beberapa anggota OPEC bahwa kelompok tersebuh mungkin tidak menaikkan produksi pada pertemuan mereka Maret mendatang," kata analis Kevin Norrish pada Barclays Capital.Sementara itu pimpinan perminyakan Libya Shukri Ghanem mengatakan bahwa OPEC akan menunggu dengan melihat jika harga minyak seputar rekor tinggi 100 dolar sebelum pengambilan setiap keputusan mengenai apakah menurunkan produksi.

Para analis mengatakan bahwa dengan masih terus berlangsungnya perseteruan antara raksasa energi Amerika Serikat, ExxonMobil dan Eksportir minyak mentah Amerika Latin, Venezuela juga menambah kekhawatiran diantara investor.

ExxonMobil, ConocoPhillips dalam perseteruan dengan perusahaan minyak milik pemerintah Venezuela, PDVSA membawa masalah tersebut ke arbitrasi internasional di bawah unit Bank Dunia.

ExxonMobil sementara itu meminta pengadilan di Amerika Serikat, Inggris, Belanda, dan Dutch Antilles, untuk membekukan asset global PDVSA senilai 12 miliar dolar.

Langkah tersebut, di mana dikuatkan salah satu pengadilan di New York pada 3 Februari lalu dengan pembekuan 300 juta dolar aset PDVSA, di mana telah memicu tindakan balasan Venezuela, yang pada 12 Februari lalu menangguhkan pasokan minyaknya ke ExxonMobil. (RED)