Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 19, 2012

Umar Arsal Minta Maaf ke Golkar dan PKS

Suara Indonesia News, JAKARTA - Mantan anggota Tim Sukses Anas Urbaningrum meminta maaf kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Golkar. Ia meminta maaf lantaran pernah menyatakan tim Anas Urbaningrum menerima dana dari kedua partai tersebut.
"Yang menyumbang hampir seluruh teman-teman mantan aktivis partai. Saya tak bisa sebutkan partainya, yang jelas semua. Sumbangan juga tak hanya dalam bentuk uang, tapi juga dalam bentuk dukungan lain," kata Umar Arsal , Sabtu (18/02/2012).
Menurutnya, sumbangan tersebut ditujukan untuk kemenangan Anas Urbaningrum di Kongres Partai Demokrat. Namun Anas sendiri tidak mengetahui soal sumbangan tersebut.
"Anas tak tahu sama sekali soal ini. Dia kan pengantin, tim sukses beliau yang bekerja dan mayoritas anggota fraksi Demokrat di DPR juga memberikan dukungan kepada Anas," jelasnya seraya enggan mengatakan, jumlah sumbangan dana yang diberikan untuk kemenangan Anas.

Rincian Biaya Pemenangan Anas Versi Umar Arsal

Suara Indonesia News - Jakarta, 
Biaya politik kegiatan pemenangan Anas tidak sebesar yang dituduhkan. Mantan anggota tim pemenangan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum PD dalam Kongres Demokrat di Bandung, pada Mei 2010, Umar Arsal menyatakan, biaya politik kegiatan pemenangan Anas tidak sebesar yang dituduhkan berbagai pihak.
Di Gedung DPR, Jakarta, hari ini, Umar menjelaskan, dia masih mengingat jelas jumlah dana pengganti transport yang diberikannya kepada para delegasi pendukung Anas.
Dia menjelaskan, Anas beberapa kali datang ke wilayah Sulawesi, daerah yang ditangani Umar, untuk penyampaian visi dan misi. Para peserta yang datang dari tingkat cabang atau setara kabupaten/kota, disediakan dana transport bervariasi dari Rp3,5 juta hingga Rp5 juta.
Untuk sosialisasi kedua visi-misi Anas disediakan dana transport hingga Rp7,5 juta. Jumlah lebih besar diberikan ketika Anas mendatangkan para delegasi itu ke Jakarta untuk menghadiri deklarasi.

Minggu, Mei 29, 2011

Pemerintah Siap Pulangkan Nazaruddin

Jakarta, Suara Indonesia News - Pemerintah berupaya menghadirkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin jika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hendak memanggil Nazaruddin. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, Keamanan Djoko Suyanto telah menginstruksikan sejumlah institusi terkait Nazaruddin.

"SMS Nazar," Demokrat Curigai Kampanye Hitam

Jakarta, Suara Indonesia News - Kader Partai Demokrat mencurigai beredarnya SMS gelap, yang mengatasnamakan mantan Bendahara Umum yang tengah dicurigai KPK atas suatu kasus korupsi, Muhammad Nazarudin. SMS itu dianggap sebagai aksi "black campaign" (kampanye hitam) untuk menyudutkan Ketua Umum Anas Urbaningrum dan Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono.

"Jangan-jangan ini hanya upaya black campaign," kata Ketua Biro Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah Partai Demokrat, Muhammad Husni Thamrin, di Jakarta, Minggu 29 Mei 2011.

Ruhut: SBY Minta Kader Tak Asal Bicara

Jakarta, Suara Indonesia News - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, mengumpulkan seluruh jajaran pengurus partai dan anggota fraksi Demokrat di kediamannya di Cikeas, semalam. Ia memberikan arahan sekaligus teguran kepada kader-kadernya, terkait banyaknya pemberitaan simpang-siur di berbagai media mengenai Nazaruddin.

Kamis, Mei 26, 2011

Nazaruddin Tak Akan Membuat Demokrat Terpecah

Jakarta, Suara Indonesia News  - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie menjamin kasus M Nazaruddin tidak akan membuat partainya terpecah.

"Nggak, nggak ada perpecahan, Demokrat tetap solid," ujar Marzuki usai mengikuti pertemuan pimpinan lembaga tinggi negara di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (24/5/2011).

Soal Tudingan Nazaruddin, SBY Sudah Klarifikasi Lima Elite Demokrat

JAKARTA, Suara Indonesia News - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sudah meminta klarifikasi terhadap lima nama elite Partai Demokrat yang disebut bermasalah oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. "Pada pertemuan di Cikeas tadi malam, Pak SBY menjelaskan dia telah meminta klarifikasi terhadap lima nama yang disebut Nazaruddin bermasalah," kata Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, pada diskusi 'Dialektika: Membedah Kasus Nazaruddin' di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Kamis (26/5).
Menurut dia, Presiden Yudhoyono menyatakan sudah mengundang dan meminta klarifikasi terhadap lima nama elite Partai Demokrat, tapi tidak menyebutkan namanya. Kelima nama tersebut, katanya, sudah memberikan argumentasinya masing-masing dan membantah tudingan yang disampaikan Muhammad Nazaruddin.

SBY Marah, Citra Partai Demokrat Tercoreng

Jakarta, Suara Indonesia News - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) marah besar mendengar perpecahan di tubuh elite Demokrat menyusul pencopotan M Nazaruddin.

"Masalah Nazaruddin jadi persoalan internal yang merugikan. Jadi Pak SBY merasa kader Demokrat kurang waspada," ujar Ketua DPP PD Kastorius Sinaga saat dikonfirmasi wartawan terkait tanggapan SBY dalam masalah Nazaruddin, Kamis (26/5/2011).

Sebagaimana diberitakan, M Nazaruddin dipecat dari jabatannya sebagai Bendahara Umum Partai Demokrat. Nazaruddin dicopot untuk menjaga nama baik partai.

Kader Demokrat tak Beretika, SBY Marah-Marah

JAKARTA, Suara Indonesia News - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sekaligus Ketua Badan Kehormatan Partai Demokrat, menyebut peristiwa Muhammad Nazaruddin sebagai musibah politik Demokrat. SBY pun dikabarkan pernah emosi akibat kelakuan bekas bendahara umum partai itu yang kurang beretika.
Hal ini dikatakan oleh Ketua DPP Demokrat bidang Perencanaan Pembangunan Nasional, Kastorius Sinaga. "Pertengahan tahun lalu, dia (SBY) sudah menerima laporan menyangkut Nazaruddin," kata Kastorius pada Kamis (26/5).

Senin, Mei 23, 2011

Janedjri (Sekjen MK) : Saya Dibilang Miring, Miring Seperti Apa?

Jakarta, Suara Indonesia News - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Mahkamah Konstitusi (MK) Janedjri M Gaffar membantah tudingan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazarudin bahwa ia kerap berbuat curang dalam pengadaan barang dan jasa di MK.

"Pengadaan barang memang tanggung jawab saya, kalau miringnya, saya tidak tahu. Tapi begini, saya tidak tahu maksud beliau, Pak Nazar mengapa dia mengatakan hal miring tentang diri saya, miring seperti apa," ujar Janedjri ditemui di ruangannya di gedung MK, Senin (22/5/2011).

Mahfud MD : Silakan Nazaruddin Laporkan Saya ke Polisi

Jakarta, Suara Indonesia News - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mempersilakan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin untuk melapor jika merasa nama baiknya tercemar.

Mahfud menjelaskan peristiwa pemberian uang 120 ribu dolar Singapura kepada Sekjen MK Janedjri M Gaffar pada September 2010 adalah fakta. Ia tidak pernah berbicara ke publik.

Mahfud mengaku buka-buka soal Nazaruddin karena diminta atau seizin Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Ia justru merasa nama baiknya dicemarkan oleh Nazaruddin.

Gerilya Politik, Nazaruddin Temui Marzuki Alie

Jakarta, Suara Indonesia News - Nasib Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin diputuskan malam ini. Sebelum nasibnya diputus, Nazaruddin menemui Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie di DPR.

Wakil Ketua Demokrat Max Sopacua usai bertemu Marzuki Alie di lantai 3 Nusantara III DPR, Senin (23/5/2011) membenarkan pertemuan itu. Namun Max tidak mengetahui pembicaraan yang dibahas antara Nazaruddin dan Marzuki.

Skandal 'Uang Persahabatan': Anas Urbaningrum: Saya Kurang Happy

Jakarta, Suara Indonesia News - Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum kecewa dikait-kaitkan dengan dugaan pemberian 'uang persahabatan' dari  Bendahara Umum PD, Nazaruddin kepada Sekjen Mahkamah Konstitusi (MK), Janedjri M Ghaffar sebesar SGD 120 ribu.
"Terus terang saya kurang happy kalau hal yang tidak terkait lantas dikait-kaitkan. Publik bisa salah mencerna dan saya yang bisa dirugikan," sesal Anas melalui pesan singkatnya yang diterima INILAH.COM, Minggu (22/5/2011) malam.

Nazaruddin Kenal Rosa dari Andi Mallarangeng

Jakarta, Suara Indonesia News - Tersangka kasus suap proyek wisma atlet SEA Games Mindo Rosalina Manulang rupanya mengenal Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin diperkenalkan oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng.

"Yang memperkenalkan Nazaruddin dan Rosa adalah Andi Mallarangeng," kata anggota komisi III Bambang Soesatyo dalam rapat kerja dengan KPK, di DPR, Jakarta, Senin (23/5/2011).

Kamis, Juni 11, 2009

Prabowo Hadiri Deklarasi Dukungan Kaum Muda


DEPOK,Suara Indonesia News — Pasangan Megawati-Prabowo mendapatkan dukungan dari sejumlah elemen kaum muda. Deklarasi dukungan dilakukan di Kompleks Hotel Bumiwiyata, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/6). Prabowo hadir dalam acara yang dihadiri oleh ratusan pemuda itu tanpa Megawati.

Prabowo, yang tiba di lokasi pukul 14.30, langsung disambut puluhan pemuda yang membawa bendera organisasinya masing-masing. Tampak bersamanya sejumlah anggota Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo, di antaranya Maruarar Sirait, Rieke Dyah Pitaloka, dan M Yasin.Elemen kaum muda yang menyatakan dukungan di antaranya Pemuda Tani Indonesia, Angkatan Pemuda Kabah, Gerakan Pemuda dan Pelajar Nasional, dan Relawan Pemuda Demokrasi (Repdem). Sebelumnya, mereka melakukan orasi yang menyatakan dukungan pencabutan UU Badan Hukum Pendidikan (BHP) dan meminta direalisasikannya pendidikan murah dan berkualitas bagi putra-putri keluarga miskin.