JAKARTA - Bank Indonesia (BI) belum merevisi target pertumbuhan kredit 2008, meski pemerintah tengah menyiapkan skenario kenaikan harga BBM. Hal itu karena BI menilai pertumbuhan kredit hingga saat ini masih tinggi.
"Revisi target penyerapan kredit? Sementara belum, kita lihat permintaan kredit masih cukup besar," kata Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad, saat diskusi Apconex, di JCC, Jakarta, Kamis (8/5/2008).
Meski demikian, BI akan memeriksa pertumbuhan kredit perbankan nasional pada Juni dan Agustus mendatang. "Implikasinya, kita belum tau berapa persisnya. Skenario (revisi) ada, tapi ditail angkanya masih dibahas," katanya. (hsp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar