Kamis, Mei 08, 2008

Kenaikan BBM Ganggu Pemulihan Ekonomi Pascagempa

BANTUL - Perekonomian Yogyakarta, khususnya Bantul yang baru saja bangkit akibat gempa 27 Mei 2006 lalu, dipastikan akan mengalami keterpurukan lagi. Pasalnya semua kebutuhan hidup akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan, akibat rencana kenaikan BBM.

"Ini pasti akan menggagu pertumbuhan ekonomi masyarakat Bantul. Jika dahulu memikirkan tempat tinggal, setelah tempat tinggal terbangun gantian memikirkan penghuninya" ujar Bupati Bantul Idham Samawi usai sidang paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Bantul, Kamis, (8/5/2008).
Menurutnya, meskipun BBM belum naik sudah terlihat adanya kenaikan harga-harga kebutuhan hidup. Saat ini harga kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, mie instant, daging sudah naik di pasar.

"Ini berat bagi Pemda, namun mau bagaimana lagi karena ini sifatnya nasional. Kita hanya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan semangatnya bekerja menghadapi situasi nasional seperti ini," kata Idham.

Lebih lanjut Idham menyatakan, dengan rencana kenaikan BBM beberapa pos anggaran dalam APBD nantinya akan mengalami pernyesuaian. Seperti pos anggaran pembangunan fasilitas umum atau proyek-proyek lain.

"Masuk akal jika nantinya para pengusaha tidak ikut lelang, karena mereka harus memikirkan kenaikan barang-barang akibat kenaikan BBM," tandasnya.

Idham menambahkan, dengan kenaikan BBM ini khususnya pada biaya operasional untuk tugas bagi pejabat atau pegawai operasional tidak akan ada penambahan anggaran, karena akan membebani APBD.

"Para pejabat harus pandai-pandai mengelola dana yang telah disediakan, karena tidak ada penambahan dana," katanya. (DW/Trjy/hsp/sinj)

Tidak ada komentar: