KEMBANGKAN GURU YANG ADAPTIF DAN NORMATIF
Jember, Suara Indonesia - Guru sebagai penentu keberhasilan didalam proses pembelajaran dan transformasi ilmu pengetahuan kepada peserta didik praktis keberadaannya perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius dari pemerintah. Pendidikan pelatihan didalam mengupgreat keilmuanya sangat penting adanya guna menambah wawasan didalam teknik pengajaran. Apalagi guru-guru yang mengajar pada sekolah yang memiliki status internasional praktis tuntutan masyarakat semakin tinggi. Persoalan itu akhirnya menjadikan suatu tantangan bagi pihak menejemen sekolah untuk mendapatkan perhatian guna memperoleh diklat dan pemahaman tentang proses pembelajaran yang lebih normatif yang adaptif sebagaimana guru sekolah yang didunia internasional yang telah kenyang berbagai pengalamaman ke berbagai negara, studi belajar ke luar negeri, kajian literatur internasional yang mumpuni. Kondisi inilah yang saat ini sedang di garap oleh pihak SMKN 1 Sukorambi yang telah menyandang status SBI yang saat ini banytak didatangi (sebagai tempat studi banding) dari berbagai sekolah setingkat SMK di dari berbagai daerah.
Kepala SMKN 1 Sukorambi Drs Bambang Iryanto, Msi mengatakan keberhasilan suatu pelaksanaan pengajaran dari sekolah tidak lepas adanya mutu sumberdaya manusia khususnya adalah guru dan piranti pendukung. Oleh karenanya sumberdaya manusisa selalu tergarap secara profesional dan periodik guna mendapatkan pelatihan dan pendidikan menejemen pendidikan secara mendasar sehingga pihak sekolah berharap adanya pengembangan kualitas menejemen sekolah secara profesional yang bertaraf internasional yang realistis. Dengan begitu penyamaan persepsi menjadi hal yang sangat penting didalam menelan sistem dan mekanisme yang benar-benar SBI. Menjadi sekolah yang menyandang SBI bukanlah hal yang mudah melainkan menjadi suatu tantangan bagi seluruh menejemen sekolah untuk selalu adaptif dan inovatif, ungkapnya.
Mantap melangkah di SBI adalah suatu garis pola kerja yang tidak boleh pantang surut guna memberikan pelayanan masyarakat secara maksimal sebagai cerminan peningkatan kualitas pendidikan yang benar-benar nyata. Sehingga penyamaan persepsi adalah modal dasar menjalankan mekanisme proses pendidikan secara benar dan terpadu sehingga kesamaan di setiap unit kerja medjadikan modal dasar sistem pengelolaan di sekolah.
Dana bantuan yang berasal dari Dirjen Pembina Mutu Pendidikan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Departemen Pendidikan selalu dioptimalkan untuk pengembangan sumberdaya guru yang ada. Sementara itu dana dari PMPTK pusat tersebut di Jawa Timur hanya terdapat 6 sekolah diantaranyanya Mojokerto, Malang, Surabaya dan Jember dari total sekolah SBI se-Indonesia berjumlah 159 buah. Pilihan dari 6 sekolah se-Jatim tentu saja keberadaan SMKN 1 Sukorambi telah diperhitungkan keberadaan di kancah SBI di Indonesia baik dari sisi reputasi dan prestasi yang selalu di raihnya dibidang pengembangan dan inovasi basic pertanian + science.
“Pengelolaan yang tetap sasaran secara aplikatif adalah orientasi yang harus di dilakuan oleh menejemen sekoelah. Konsekuensi logis yang harus diterima oleh pihak sekolah adalah tuntutan nyata guna menuju sekolah yang ber-SBI yang sesungguhnya yang tidak sekedar slogan atau lebel yang terpampang saja”, pungkasnya (Bobby).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar