Kamis, Mei 08, 2008

Siswi SMP Meninggal Setelah Ikut Unas

Seorang siswi SMP Negeri 02 Ceger, Kabupaten Madiun, Arin Triani (15) meninggal dunia usai mengikuti ujian nasional terakhir yang diselenggarakan di sekolahnya.

Namun, belum diketahui persis penyebab meninggalnya Arin. Dugaan sementara dia meninggal karena serangan jantung mendadak yang telah dideritanya selama ini. Siswi berkulit langsat dan bertubuh kurus ini diketahui meninggal dunia sekitar pukul 10.10 WIB, Kamis (8/5/2008).

Saat mengikuti ujian dengan mata pelajaran IPA dia sudah terlihat cukup lemah. Arin duduk di bangku B ruang 19 C berdekatan dengan teman baiknya, Luluk (14), yang saat itu juga mengikuti ujian. Suasana ujian saat itu memang berlangsung tegang dan serius apalagi mata pelajaran IPA yang diujikan terbilang cukup sulit.

Usai ujian, Arin, yang berperilaku kalem ini pun duduk duduk di teras depan sekolah melepas ketegangan. Seperti biasa, dia pun bercengkerama dengan teman-temannya di ruang teras depan sekolah itu. Tapi, tak lama kemudian tiba-tiba Arin terlihat tertunduk dan tak bergerak.

Ketika itu, Luluk, teman baiknya, langsung menghampirinya dan memeriksa keadaan Arin. Ternyata Arin sudah pingsan. Menyaksikan itu, Luluk pun berteriak dan meminta pertolongan teman-teman sekolahnya dan guru yang saat itu masih berada di ruang kelas.

Tubuh Arin pun digotong secara ramai-ramai ke ruang UKS sekolah. Tapi, setelah diperiksa oleh guru olahraga, Suwarno, diketahui denyut nadi siswi itu sudah tak bergerak. Menyaksikan itu, kontan para guru menghubungi pihak Puskesmas Geger untuk memeriksa keadaan Arin.

Tak lama kemudian, dr Retnowulan dari Puskesmas Geger datang ke sekolah untuk memeriksa keadaannya. Setelah diperiksa siswi yang memiliki berat badan 40 kilogram dan tinggi badan 150 centimeter itu sudah tidak bernyawa.

Kejadian itu sontak membuat suasana sekolah yang baru saja melakukan UN menjadi ramai. Para siswa berkerumun di dekat ruang UKS sekolah ingin menyaksikan keadaan temannya. Begitu pula dengan para guru terlihat panik menyaksikan salah satu siswinya tewas setelah menghadapi ujian.Tak lama kemudian, pihak sekolah langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Geger untuk ditindaklanjuti lebih lanjut.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah Arin dibawa pulang dengan cara digotong bersama-sama oleh guru dan warga setempat ke rumahnya yang hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari sekolah.

Tak pelak, meninggalnya Arin secara mendadak membuat kedua orang tuanya Ahmat Suparni (47) dan Fathonah (41) terpukul. Kepergian bungsu dari empat bersaudara ini tak pelak membuat kesedihan cukup mendalam bagi keluarga yang tinggal di RT 23 RW 04, Desa Nglandung, Kec Geger, Kab Madiun ini.

Kedatangan jenazah Arin pun disambut isak tangis kerabat dan keluarganya. Selanjutnya jenazah korban langsung di mandikan, di sholati, kemudian di makamkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat.

"Saya benar-benar tak percaya anak saya akan pergi begitu cepat. Tadi pagi saat dia berangkat ke sekolah untuk ujian kondisinya masih sehat. Tapi, pulang sudah dalam kondisi seperti ini," ujar Fathonah, sambil terus menangis menahan sedih.

Tidak ada komentar: