Jumat, Mei 16, 2008

Jember Beri Perhatian Pada Guru Paud



Jember, Suara Indonesia News - Keberhasilan para guru Paud mencetuskan ide untuk menyatukan gerakan senam bagi anak-anak usia dini se Kabupaten Jember setelah mendapat tanggapan positif dari Ketua Himpaudi Propensi Jatim, hanya di Jember senam massal di lakukan di Jawa Timur.
Hanya saja Ketua Himpaudi propensi mengharapkan perlu diperhatikan dan dukungan dari pemerintah guru Paud di Jember terkait dengan kesejahteraan. “Kalau ingin profesional maka cirinya guru Paud di Jember harus diberi honor,”ungkap Siti Fatimah Sunaryo saat menghadiri senam masal Paud beberapa waktu lalu di Jember.
Kalau ingin meningkatkan kualitas anak didik Paud sebagai dasar pembentukan pada usia emasnya maka perlu perhatian. “Paud sebagai usia emas menggarapnya jangan sembarangan,”tambah Siti.
Lebih lanjut menurut Siti baik pemerintah maupun dinas bisa memberikan penghargaan kepada guru Paud bisa berupa materiil maupun inmateriil. “Reward yang diberikan kepada mereka yaitu berupa insentif itu saja sudah bagus,”tandasnya.
Selebihnya ketika mendengar bahwa di Jember guru Paud diberi insentif oleh pemerintah, Ketua Himpaudi Propensi menyambut baik. “Saya menyambut gembira perhatian apa yang dilakukan oleh pemerintah,”pungkasnya.
Sesuai dengan harapan Himpaudi Propensi. Pemerintah Kabupaten Jember lewat Dinas Pendidikan Jember melalui penjelasan Kepala Dinas Pendidikan yang diungkap Kasi PLS bahwa guru Paud di Jember telah diberikan insentif. “Pada tahun 2007 kita berhasil memberikan insetif secara keseluruhan kepada guru Paud se Kabupaten Jember,”jelas Sudiyono.
Bahkan terjadi berkembang dari hasil pendataan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan awal tahun 2007 dibanding pada tahun ini. “Terjadi kenaikan cukup tinggi jumlah guru yang diberi insentif awal dari 600 guru dan sekarang menjadi 1.300 guru yang diberi insentif,”tambahnya lagi.
Lanjut dia kenaikan terjadi karena tidak saja pada guru di Pos Paud saja yang akan mendapatkan insentif akan tetapi guru di play group juga mendapatkan insentif itu. “Dari data yang kami ada seribu guru play group dan 300 guru Pos Paud yang dapat insentif,”pungkasnya.
Pemberian insentif itu menurut Kasi PLS merupakan integrasi untuk meningkatan kualitas SDM usia Paud 0-6 tahun. “Tidak saja pada ketersediaannya sarana prasaranya tetapi kesejahteraan untuk para guru Paud meski masih kecil tetap kita perhatikan,”imbuhnya.
Meski sekarang masih dianggap kecil sebenarnya oleh pemerintah telah dipikirkan untuk ditambah insentifnya hanya saja dipertimbakan dengan kemampuan anggaran. “Kita utamakan dulu meski kecil tapi harapannya insentif itu bisa merata,”jelas Sudiyono.
Bahkan mulai tahun lalu pemerintah melakukan peningkatan kualitas SDM guru Paud-nya lewat pelatihan yang diselenggaran oleh Diknas. “Pada tahun 2007 telah melatih 100 orang meningkat pada tahun ini menjadi 150 orang,”ternag Kasi Pendidikan Luar Sekolah.
Menurut Sudiyono, pelatihan itu diselenggarakan terkait dengan untuk kemajuan dibidang pembelajaran anak usia dini. “Utamanya terkait dengan bagaimana tata cara penggunaan alat peraga edukatif, metode pembelajaran pada anak usia dini dan sebagainya,”terangnya. (KOM)

Tidak ada komentar: